Sejarah Ilmu Hubungan Internasional


Ilmu Hubungan Internasional adalah disiplin yang relatif baru, namun substansi yang ada dalam Ilmu Hubungan Internasional sudah ada sejak lama. Kerangka awal substansi Ilmu Hubungan Internasional merupakan hasil pemikiran para filsuf, seperti Emmanuel Kant, Thucydides, & Morganthau. Ilmu Hubungan Internasional awalnya terlahir sebagai ‘art’, yakni sebuah kajian terhadap fenomena interaksi sejak pertama kali munculnya kehidupan manusia. Sehingga, Ilmu Hubungan Internasional pada awal kelahiranya belum berbentuk sebagai sebuah disiplin ilmu yang mandiri dan sempurna. Contohnya, kemunculan teknik diplomasi & perang dalam kehidupan aktor-aktor terdahulu lama sebelum munculnya negara yang sah. Perang yang menimbulkan korban, kerusakan, kehancuran, dan kerugian yang tidak sedikit, membuat para negarawan mencari sebuah solusi dari persoalan ini. Terlihat bahwa filosofi pemikiran Ilmu Hubungan Internasional telah ada sejak awal perkembangan sejarah kehidupan manusia. Ilmu Hubungan Internasional terus berkembang karena banyak ilmu berperan menyumbangkan ilmunya bagi perkembangan Ilmu Hubungan Internasional. Ilmu Hubungan Internasional mempunyai cara & hukumnya sendiri untuk memodifikasi disiplin ilmu sosial lainnya, supaya Ilmu Hubungan Internasional menjadi sebuah disiplin ilmu yang mandiri. Pola modifikasi seperti ini sering disebut synthesis pattern, sebuah pattern yang mengkaji berdasarkan banyak disiplin ilmu sosial lainnya yang sudah lama ada.
Sejarah perkembangan ilmu hubungan internasional pada awalnya karena adanya Perang Dunia I yang membuat masyarakat dunia berfikir mengapa perang ini terjadi dan bagaimana cara untuk menghentikan perang tersebut dalam  membentuk perdamaian dunia. Berdasarkan pimikiran itulah lahir Perjanjian Westphalia pada tahun 1648 yang menganalisis bagaimana perang ini dapat terjadi, isi perjanjian itu sendiri adalah aturan tentang pembentukan konsep legal tentang kedaulatan-kedaulatan yang sah tidak akan mengakui pihak-pihak lain yang memiliki kedudukan yang sama dalam batas-batas kedaulatan wilayah yang sama. (Jackson & Sorensen, 2005). Dalam perkembangan sejarah Ilmu Hubungan Internasional sebagai sebuah disiplin ilmu yang mandiri, ada dua sumber sejarah yang menjadi arah, yaitu bersumber pada perkembangan di Amerika Serikat dan Inggris Raya. Di Amerika Serikat, segalanya berawal dari macam-macam gerakan perubahan yang dilakukan Amerika Serikat setelah Perang Dunia II, misalnya pemberian Marshall Plan & pendirian PBB.. Sedangkan di Inggris Raya, yang dianggap sebagai sumber sejarah tertua, segalanya bermula dari lahirnya Department of International Relation di University College of Wales, yang merupakan reaksi repreventif dari Perang Dunia I. Sehingga, semua persoalan global yang ada bisa teratasi karena keberadaan Ilmu Hubungan Internasional sebagai ‘science’.
Ilmu Hubungan Internasional penting untuk dipelajari, karena merupakan sebuah disiplin ilmu pencegah sekaligus penyelesai perang dan konflik, sehingga tercipta perdamaian dunia. Ilmu Hubungan Internasional juga merupakan sebuah disiplin ilmu yang mampu mengakomodasi kerjasama diantara aktor-aktor Hubungan Internasional. Selain itu, Ilmu Hubungan Internasional juga merupakan motor penggerak aksi bersama dalam langkah-langkah yang harus ditempuh dalam mengatasi persoalan global yang kian kompleks. Seiring dengan perkembangan jaman munculah “Chair of Internasional Relation” pada tahun 1928. Didalamnya terdapat Paham Liberalism yang memfokuskan diri pada International Law and Organization, Interpendence, Coorporation and Peace. Dan pada saat itu juga Presiden Woodrow Wilson, Presiden Amerika memiliki visi dalam menciptakan perdamaian dunia yaitu “safe for democracy” yang mendorong lahirnya LBB (Liga Bangsa Bangsa) sebagai upaya untuk menciptakan perdamaian dunia.

LBB ada pada tahun 1920-1946. Namun pada kenyataannya LBB tidak dapat menyelesaikan masalah karena adanya negara anggota yaitu Jerman dan Rusia yang tidak konsisten pada organisasi tersebut. Tidak hanya itu di dalam LBB sendiri muncul banyak konflik-konflik baru yang makin memperumit keadaan, ditambah lagi dengan keluarnya dua negara anggota tersebut. Karena LBB tidak dapat menyelesaikan masalah dan menciptakan perdamaian dunia terjadilah Perang Dunia 2 dan disinilah muncul paham baru yaitu paham realisme yang memfokuskan diri pada Power Politics dan Security. Di era ini lah ilmu hubungan internasional mengalami perkembangan yang sangat pesat, dimana di dalamnya tidak hanya membahas tentang perang dan perdamaian saja namun juga mempelajari ilmu-ilmu lain yang relevan dengan Ilmu Hubungan Internasional itu sendiri, hal ini yang disebut sebagai interdisipliner Ilmu Hubungan Internasional yang mencakup segala aspek pembelajaran.
Dengan inilah pentingnya kita mempelajari ilmu hubungan internasional. Karena ilmu Hubungan Internasional memberikan kontribusi yang baik dalam dunia nasional maupun internasional dan tidak hanya mengkaji pada satu disiplin ilmu saja tetapi juga mengkaji disiplin ilmu yang lain.
Pada akhirnya dengan berawal dari sejarah ilmu hubungan internasional dan kemudian mengikuti perkembangan-perkembangan di dalamnya serta mengetahui pentingnya kita mempelajari ilmu studi ini, kita diharapkan mampu menjadi seorang yang global strategis yang dapat ikut serta dalam permasalahan dan penyelesaian nasional maupun internasional.




Sejarah Ilmu Hubungan Internasional Sejarah Ilmu Hubungan Internasional Reviewed by Zuljihad Jibril Rafsanjani on 03.21 Rating: 5

Tidak ada komentar:


Add Blogspot Emoticon
Diberdayakan oleh Blogger.